Kamis, 10 Oktober 2024

bahasa, sastra, tokoh terkenal, hobi, kewajiban

JUST A MOMENT

(Sebentar Saja)

Tasyarani

 

“Waktu tak berhenti meski kau termangu”

Sinopsis:

 Dewi seorang gadis remaja usia SMA jatuh cinta dengan seorang pemuda bernama Johan atau yang sering dipanggil Jojo. Johan pun membalas cinta Dewi dan berjanji akan serius menjalani hubungan dengan Dewi. Hubungan itu tidak semulus yang diharapkan. Mereka memang menikah dengan restu kedua orang tua. Namun, keadaan tidak lantas menjadi mudah. Hal itu karena perbedaan status sosial yang begitu kontras. Keluarga Dewi yang cukup berada tidak menghalangi percintaan mereka tapi berharap mereka tetap menyelesaikan kuliah.

Dewi mengambil kuliah untuk jurusan Psikologi namun ia punya minat yang besar terhadap sastra. Orang tua Dewi meminta Johan agar kuliah juga dengan biaya dari orang tuanya, namun Johan menolak karena ia tidak ingin berhutang budi dan memilih bekerja di kapal asing sebagai pelaut. Orang tua Dewi sebenarnya sangat kecewa, namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

Setelah tiga tahun belajar menjadi pelaut dan berlayar, Johan melamar Dewi dan mereka menikah saat Dewi berumur 20 tahun dan Johan 21 tahun. Saat itu, Dewi masih kuliah di Jogja. Dua bulan mereka berbulan madu, lalu Johan akan berlayar lagi. Sebelum Johan pergi berlayar, sekali lagi, orang tua Dewi menawari Johan agar kuliah untuk mengimbangi pendidikan Dewi, dan sekali lagi Johan menolak.

 Enam bulan sesudah pelayaran Johan kembali, Dewi sangat bahagia. Lagi-lagi Johan ditawari kuliah lagi. Karena jengah diminta kuliah oleh mertuanya, hanya satu minggu sejak kembali Johan pergi lagi. Karena ingin menghindari mertuanya, ia bahkan menandatangi kontrak dua tahun dari sebuah perusahaan pelayaran asing yang baru.

Kapal baru yang dinaiki Johan itu kecelakaan dan karam di pertengahan perairan kepulauan terpencil. Johan terombang-ambing di laut dan terdampar di desa nelayan miskin. Ia kemudian dirawat nelayan itu dan diminta menjadi menantu nelayan itu. Johan merasa terpojok dan berhutang budi, ingin menghubungi Dewi tapi cukup merasa malu, akhirnya ia menerima posisi sebagai menantu itu.

Sementara Dewi yang mengharapkan kepulangan Johan, setelah mencari hampir empat tahun lebih dibantu oleh Atar, harus menerima kenyataan pahit. Sempat ingin kembali tetapi akhirnya ia memilih  berpisah dengan Johan.

Setelah bangkit dari kesedihan Dewi bertemu dengan Shendy, seorang artis dan pengusaha muda. Pemuda itu rupanya menaruh hati padanya. Tidak mudah menerima cinta dan perbedaan karena status Dewi, namun berkat perjuangan dan kesabaran cinta, Shendy berhasil menikahi Dewi. Namun, kebahagiaan mereka masih dibayangi Johan yang hatinya masih terpaut dan merasa bersalah dengan Dewi. Apakah Dewi sanggup mengatasi keadaan ini?

 

Senin, 20 Agustus 2018

PEMBELAJARAN CERITA PENDEK

PEMBELAJARAN CERPEN


A. Membuat Kerangka Cerpen
Nilai moral      : berbakti pada orang tua, rendah hati
Tema               : Menghindari kesombongan setelah sering menjuarai berbagai lomba
Sudut pandang            : Orang ketiga serbatahu
Tokoh              : Kak Musa, Dek Kia, Bunda
Penokohan      : Kak Musa      = baik, pintar, sabar
                          Dek Kia         = pintar, ceria, usil
                          Bunda           = sabar, bijak
B. Membuat Alur/ Struktur  :
1.      Pengenalan
Dek Kia memberi selamat pada kakaknya yang baru saja menjuarai lomba olimpiade matematika dan mengatakan ia akan semakin disenangi teman-teman di sekolah. Kak Musa cuma tersenyum dan mengucapkan alhamdulillah.
2.      Pemunculan masalah
Bunda juga memberi selamat pada Kak Musa namun Bunda melarang Kak Musa untuk mengikuti lomba lagi.
3.      Konflik
Kak Musa diminta mengikuti lomba lagi oleh gurunya namun Bunda meminta untuk tidak ikut lomba tersebut.
4.      Klimaks
Kak Musa bingung menentukan pilihan, namun kemudian dia lebih memilih mengikuti nasihat Bunda.
5.      Antiklimaks
Guru Kak Musa membujuk Kak Musa lagi mengikuti lomba dan berjanji akan menepis segala kebanggaan dan kesombongan.
6.      Penyelesaian
Kak Musa akhirnya memutuskan akan mengikuti lomba.

 C. Mengembangkan Kerangka
SANG JUARA

Di sebuah rumah minimalis berwarna putih, saat hujan senja mulai turun di pinggir kota Jogja. Suasana hangat dan bersahaja tergambar dalam keakraban sebuah keluarga.
“ Kakakku sayang, selamat ya sudah juara olimpiade Fisika tingkat nasional, bentar lagi dikirim ke tingkat internasional dong!” seru Kia pada kakaknya yang sedang asyik membaca buku. Musa tersenyum sambil memandang adiknya yang selalu ceria, ia berkata,” Alhamdulillah.”
Musa sebenarnya remaja yang pintar, ia tak banyak bergurau meski kadang celetukannya bisa membuat orang tertawa. Soal sabar ia bisa diandalkan sebagai anak sulung. Pada satu masa, pernah ia membuat layang-layang yang akan dijual ke teman-teman SD-nya, namun adik bungsunya Isa yang masih balita mengacak-acak layangan buatannya sehingga rusak semua. Ia tak marah, cuma mengatakan, “ Ah....dek Isa!” lalu ia pun merapikan layang-layang yang sudah tak berbentuk itu.
“ Kak! Kok kelihatan kurang senang gitu?” ujar Kia sambil terus memperhatikan kakaknya,” Boleh kutebak, kakak takut ya makin didolakan temin-temin di sekolah?”
“ Heh, apa itu temin-temin?” tanya Musa keheranan.
Kia tertawa, lalu katanya,” Teman-teman kalau cowok, kalau cewek jadinya temin-temin.”
“Kamu, ada-ada saja, Kia!” kata Musa sambil berlalu. Ia lebih suka menghabiskan waktunya untuk membaca kitab suci dan belajar.
Soal juara, Bunda sudah mewanti-wanti agar ia betul-betul menjaga hati. Bangga sangat dekat dengan kesombongan. Bunda tidak ingin anak kesayangannya menjadi orang sombong karena terbuai oleh pujian dan pandangan kekaguman orang di sekelilingnya. Bunda Musa bukanlah bunda biasa. Ia terbiasa hidup dalam kesederhanaan dan tantangan untuk memberi manfaat dan ilmu pada orang-orang menimba ilmu padanya. Memang Bunda Musa seorang guru, guru bagi anak-anaknya, guru bagi murid-muridnya yang setiap minggu datang ke rumah mereka. Murid-murid Bunda Musa kebanyakan mahasiswa dan ibu-ibu muda. Mereka datang untuk menimba ilmu agama, ilmu kehidupan.
“ Alhamdulillah kakak juara lagi! Jangan lupa bersyukur ya kak!” seru Bunda dengan suara lembut.
“ Iya, Bun,” jawab Kak Musa pendek. Ia sudah memahami apa maksud Bunda.
Musa memang juara satu tingkat nasional dalam olimpiade Fisika dan ia seharusnya mengikuti lomba untuk tingkat internasional. Pihak sekolah dan gurunya telah mempersiapkan untuk hal itu, termasuk mengundang dosen Fisika dari universitas favorit di kotanya. Namun pada suatu malam, saat ia tengah sibuk belajar, Bundanya datang dengan senyum bijaknya.
“ Bunda, ganggu?” tanya Bunda lembut.
“ Nggak, Bun,” jawab Musa takzim.
“ Anak Bunda tersayang, Bunda tahu kamu sedang sibuk mempersiapkan untuk lomba internasional. Namun ada sesuatu yang mengganjal di hati Bunda. Bunda tidak ingin engkau memiliki bibit kesombongan meskipun sebesar biji sawi. Kau bangga dengan semua pencapaianmu ini, Nak?” tanya Bunda sambil mengelus kepala Musa.
Musa mengangguk. Bunda menarik napas dalam-dalam.
“ Ini yang Bunda takutkan! Engkau bangga dengan kelebihanmu. Rasa banggamu dapat membimbingmu menuju kesombongan. Kau tahu darimana kaudapatkan semua kepandaiamu. Dari Allah semata. Lalu apa alasanmu untuk memiliki kebanggaan itu. Bersyukur itu bukan menengadah atau menepuk dada tetapi bersujud, menundukkan wajah ke bawah, ke tanah.” Bunda memandang lekat-lekat wajah Musa yang menunduk.
Bunda melanjutkan perkataannya,” Bunda tidak akan mengizinkan kamu ikut lomba lagi jika dalam hatimu masih ada kebanggaan yang membuatmu merasa sombong atas semua prestasimu.”
Musa masih terdiam kaku, bahkan ketika Bundanya keluar dari kamarnya. Hatinya galau belum berujung. Menang tanpa kebanggaan, kebanggaan tanpa menyisakan kesombongan, seperti beramal tanpa berkabar, uji keikhlasan diri, mampukah ia?
Pagi hari, Musa pergi ke sekolah seperti biasa. Hari itu, ia dipanggil gurunya untuk menanyakan kesiapannya mengikuti lomba internasional itu. Ia masih sangat memikirkan perkataan Bunda tadi malam.
“ Musa, bagaimana persiapanmu untuk lomba? Nanti sore kamu ada pelajaran tambahan dari Pak Hasan,” kata Bu Tika.
“ Ibu, bagaimana kalau saya mengundurkan diri?” ucap Musa perlahan.
Ibu guru langsung kaget. Lalu kata Bu Tika,” Bagaimana bisa Musa, ini berhubungan dengan kredibilitas sekolah kita, kemasyhuran sekolah. Kita harus mempertahankan sebagai sekolah favorit di daerah kita. Sekolah kita bisa diblacklist karena hal ini. Ada masalah denganmu?”
Musa terdiam. Teringat Bunda, apakah ia ingin namanya masyhur di dunia atau di akhirat? Beragam rasa dan pikir berkecamuk dalam benaknya. Ini tentang iman, tentang segala puji bagi Allah, ini tentang kepentinganku sendiri atau tentang kepentingan orang banyak.
“ Musa?” Ibu guru menyadarkan keterdiamannya.
“ Maaf, Bu. Saya akan berusaha memikirkan untuk tidak mengecewakan Ibu dan sekolah.”
“ Apa kau ada masalah, Musa?” tanya Ibu guru lembut.
“ Iya, Bu. Namun, saya akan menyelesaikannya. Kalau saya sudah menyelesaikan nanti saya akan menghadap Ibu.
Ibu guru mengangguk dan Musa pamit pergi.
Dalam beberapa hari kemudian, Musa banyak di kamar setelah pulang sekolah. Ia banyak belajar dan berdoa, melenyapkan kesombongan, menundukkan pujian orang lain sebagai pengingat untuk rendah hati. Hati yang mudah kotor ini milik Allah dan tugasnya sebagai manusia untuk menjaganya selalu bersih.  
Musa menangis, kepasrahannya meruntuhkan hati bahwa setiap langkah yang ditempuhnya harus memberi manfaat pada orang lain. Bahkan kasih sayang yang merona di semua sudut hatinya seharusnya tak mengizinkan ia meremehkan orang lain sedikit pun, bahkan terhadap keinginan gurunya, sekolahnya. Ia pun akan merebahkan senyumnya serendah-rendahnya saat publikasi mengancam hatinya untuk berlaku riya’. Ia harus berdaya pada saat tak berdaya.
Ujung perenungan, Musa telah siap menghadapi harinya. Ia akan berusaha tidak mengecewakan Bundanya, mutiara hatinya. Namun, ia juga berusaha memenuhi tugas dari gurunya, satu dari kilau penerang hidupnya. Ia sungguh mengasihi mereka.
Pagi itu Musa menghadap gurunya. Ibu gurunya tersenyum, lalu katanya,” Bagaimana, Musa?” Musa mengangguk takzim sambil tersenyum pada gurunya.
“ Restui ananda, Bunda,” ujarnya dalam hati.

Jumat, 29 September 2017

GURU KEHIDUPAN

copas nih

Penyebab Mudah Mengantuk dan Cara Mengatasinya

Penyebab Mudah Mengantuk dan Cara Mengatasinya - Mengantuk dan sering menguap ketika sedang beraktifitas hampir pernah dirasakan oleh semua orang. Kurangnya tidur saat malam sering dijadikan alasan oleh sebagian orang. Memang mengantuk adalah hal yang alamiah dan wajar, tapi jika terus berlangsung selama Anda beraktifitas itu dapat mengganggu performa Anda. Kurang tidur, makan siang yang terlalu banyak atau pun stres merupakan kondisi atau penyebab yang memicu ngantuk yang berlebih. Mengantuk adalah hal yang wajar, namun tidak wajar apabila rasa ngantuk tersebut datang secara terus menerus. Rasa ngantuk yang umumnya datang pada malam hari dan biasanya disebabkan karena keletihan adalah hal yang wajar. Yang perlu kita kenali saat rasa ngantuk datang secara terus menerus adalah tanda-tanda ketidakwajarannya. 

Berikut ini Penyebab penyebab mengantuk berlebihan atau rasa ngantuk yang datang terus menerus :

Anemia atau kekurangan darah adalah penyebab mengantuk berlebihan yang biasanya menyerang para wanita yang sedang haid atau datang bulan. Pada saat datang bulan para tubuh para wanita kekurangan zat besi yang berguna mengantarkan oksigen keseluruh tubuh. akibatnya, tubuh kehilangan banyak tenaga. hal inilah yang menjadi penyebab mengantuk berlebihan pada saat menstruasi.

Depresi yang dianggap salah satu gangguan emosi memiliki pengaruh yang besar terhadap kebugaran tubuh. Berkurangnya semangat dalam diri seseorang menimbulkan pengaruh "malas" terkadang dalam banyakhal. seperti malas kerja, malas makan dan malas berfikir. rasa ngantuk yang disebabkan oleh rasa malas ini lebih sulit dihilangkan.

Dehidrasi timbul karena tubuh kehilangan banyak cairan. Hal ini terjadi setelah olah raga (kondisi tubuh kurang cairan). Jarang terjadi pada olahragawan yang mempunyai tubuh yang nutrisinya selalu terpenuhi.

Orang yang bergadang normal kurang tidur, tapi tunggu dulu. durasi tidur seseorang normalnya sama meskipun jadwal tidur nya berbeda, permasalahn akan timbul ketika seseorang masih mengantuk meskipun ja tidurnya telah terpenuhi.

Ketika jantung anda mulai kurang baik bekerja dalam bekerja, anda akan mudah sekali merasa lelah. hal ini bisa saja menjadi penyebab mengantuk berlebihan. ketika anda tidak mengalami gejala penyebab mengantuk berlebihan yang lain sebaiknya perisakan kesehatan jantung anda.

Ada pendapat beberapa dokter yang menyatakan alergi terhadap makanan dapat menyebabkan rasa kantuk yang berlebihan.

Makan juga dapat menyebabkan seseorang menjadi mengantuk, penyebab mengantuk setelah makan terjadi karena tubuh memerlukan energi untuk memproses makanan, hal ini biasa terjadi jika anda terlalu makan banyak.

Ada beberapa tips agar Anda terhindar dari ngantuk yang berlebih, diantaranya yaitu :

Kopi sering dijadikan solusi pencegah kantuk. Tapi, terlalu sering minum kopi juga tidak terlalu baik bagi kesehatan dan menyebabkan ketergantungan. Cobalah ganti kebiasan minum kopi dengan meminum teh hijau. Di dalam kopi mengandung L-theanine yang dapat mengurangi rasa lelah dan kantuk. Teh yang berasal dari Negri Cina itu juga mempunyai khasiat yang sama yaitu dapat meningkatkan kewaspadaan kerja.

Duduk di kursi selama berjam-jam membuat tubuh terasa pegal dan letih sehingga memicu rasa kantuk. Untuk menghindari kelelahan, ada baiknya Anda rutin berdiri dari kursi untuk meregangkan otot atau berjalan –jalan sejenak.

Rasa kantuk setelah makan siang merupakan hal normal. Hal tersebut terjadi karena banyak enzim yang digunakan ketika bangun dan bergerak. Memaksakan tubuh untuk tetap bekerja dan beraktifitas justru akan membuat Anda kurang berkonsentrasi dan tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dan aktifitas Anda dengan baik. Bila tubuh memberikan sinyal lelah atau ngantuk, sebaiknya Anda turuti tanda dari tubuh tersebut dengan tidur selama beberapa menit di tempat yang tenang guna melancarkan otot-otot Anda.

Nongkrong di depan komputer selama berjam-jam dapat menyebabkan mata Anda menjadi lelah. Alihkan pandangan dari layar komputer selama beberapa menit untuk membuat mata lebih rileks.

Cemilan sehat dapat meningkatkan energi lebih lama, seperti kacang mentega pada kerupuk gandum atau batang seledri, permen dan yogurt serta segenggam kacang-kacangan atau buah segar.

Jika Anda tidak konsentrasi, cobalah ngobrolah untuk membuat pikiran anda rileks sejenak. Bicaralah dengan rekan Anda tentang sesuatu yang menarik.

Lingkungan dengan pencahayaan redup memicu kelelahan. Studi menunjukkan cahaya terang dapat mengurangi kantuk dan meningkatkan kewaspadaan.

Menarik nafas yang dalam dapat meningkatkan kadar oksigen darah dalam tubuh. Hal ini memperlambat detak jantung,menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan sirkulasi, yang pada akhirnya membantu kinerja mental dan energi.

Jika Anda berada dalam perjalanan panjang, gantilah posisi pengemudi sesering mungkin. Berhentilah setidaknya setiap dua jam untuk berjalan-jalan dan mendapatkan udara segar. Hal ini bertujuan agar Anda terhindar dari kecelakaan lalu lintas.

Dehidrasi dapat menyebabkan kelelahan. Pastikan Anda minum banyak air dan makan makanan yang mengandung kadar air tinggi seperti buah dan sayuran.


puisi

Amir Hamzah
BERDIRI AKU
Berdiri aku di senja senyap
Camar melayang menepis buih
Melayah bakau mengurangi puncak
Menjulang datang ubur terkembang
Angin pulang menyejuk bumi
Menepuk teluk mengempas emas
Lari ke gunung memuncak sunyi
Berayun-ayun di atas alas
Benang raja mencelup ujung
Naik marak mengerak corak
Elang leka saying tergulung
Dimabuk warna berarak-arak
Dalam rupa mahasempurna
Rindu-sendu mengharu kalbu
Ingin datang merasa sentausa
Menyecap hidup bertentu tuju
Chairil Anwar
SENJA DI PELABUHAN KECIL
buat Sri Ajati
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa
erdekap
1946
Pelabuhan Sebelum Pasang
Sajak Taufiq Ismail
Jika kau bertanya, kesepian, maka lautlah jawabku
Jika kau menyapa, kesedihan, maka topanlah ujarku
Pelayaran panjang yang mengantarkan kita
Dalam gelombang benua
Di kuala perairan, ketika malam sangat muda
Lentera tiang palka, di ruang makan dan buritan
Gemetaran dalam garis putus-putus di pelabuhan
Anak arus yang naik dan turun pelahan
Menjelang pelayaran bila badai berbadai
Bercurahan bintang di langit bersemu biru
Gemulung mendung yang menyarankan napas gelombang
Guruh lagumu, wahai pelayaran yang panjang!
Karena kau bertanya, tiga peluit di tiap pelabuhan
Setiap kita bertolak kembali mengemas jangkar tali-temali
Adalah jurang-jurang lautan dengan kandil bintang selatan
Bertetaplah ngembara untuk pelayaran panjang sekali.
1964
(Dari Sajak Ladang Jagung, Budaya Djaya, Jakarta, 1973)

Selasa, 26 September 2017

RUANG HATI


Pecah merekah rasaku
Terdampar dalam keringnya sahara
Terasa sudah miskinku saat kutengadah
Tiada yang tersisa
Hanya buliran tetes air mata
Merasai berkaratnya hati
Merindui-Mu

Lenaku mengejar angan tanpa kepastian
Mataku menerkam duri mencari-cari cinta
Selain-Mu
Langkahku sesat di rantau dunia
Tiada yang mengerti atau memberi hati
Lantaran salah diri

Hanya hatiku berdegup perlahan
Menyibak jalan pintu terang
Dalam sepi dan temaram malam
Meminta-Mu kembali
Mengampuniku
....................

PAHLAWANKU

Sejarah mengungkap cerita
Sosok gagah
Sejarah sanggup membisu
Sejarah bisa berkata
Ditulis berdasar selera penguasa
Memanggul cinta untuk bangsa

Siapa yang memasti engkau berjasa
Penguasa atau bangsa
Atau hanya sekedar pelengkap
Sebagai bangsa dengan pahlawan

Atau engkau hanya beruntung
Dalam deretan orang-orang yang dikenang
Meski tanpa alasan pasti

Sabtu, 22 Juli 2017

Puisi



BISA
Sebuah rasa manis di bibir wanita
Karena tergoda ular dalam surga
Yang membuat lelaki tergelak rasa tersedak
Lalu terlempar ke alam fana

Ada benar yang terasa manis
Yang pahit
Yang asin
Dan........
Yang tak berasa itu bukan bisa

Orang bicara berbisa-bisa
Sampai muncul semua bisa
Lalu membunuh semua asa
Yang ada dalam dada manusia

Jadilah manusia yang bisa
Bukan manusia berbisa


Handil Bakti, 8 Mei 2015